Selamat Datang di Website Resmi SMA Negeri 1 Kamang Magek
Selasa, 14 September 2021 - 20:19:32 WIB
Aplikasi Mutu dan Assesment Nasional
Diposting oleh : Jhon Herisman
Kategori: Umum - Dibaca: 8 kali

Aplikasi PMP Mutu yang selama ini aplikasi untuk membantu pemetaan mutu sekolah beberapa tahun belakang ini, beberapa kali mengalami peningkatan dari segi kueisoner/instrument  demi mewakili seluruh kepentingan sekolah maka lahirnya instrumen yang jumlahnya sangat banyak. Tahun ini merupakan tahun terakhir penggunaan Aplikas PMP Mutu yang dahulunya penganti EDS.

Hadirnya Assesment Nasional yang diperkirakan rampung bulan September ini, diperkirakan sekitar bulan Desember 2021, sekolah sudah bisa melihat Mutu sekolahnya. Apakah nanti dengan adanya Assesment Nasional yang melibatkan guru dan siswa apakah nanti akan melahirkan sebuah peta mutu yang bisa menjawab kekurangan yang selama ini di Aplikasi Mutu sebelumnya, kita lihat saja nanti.

Asesmen Nasional  merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. AKM juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa dengan bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi.

 

Aspek yang diujikan 

 

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

 

Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yakni:

 

  1. Asesmen Kompetensi Minimum 

 

Mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. 

 

 

 

  1. Survei Karakter 

 

Mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar nonkognitif. 

 

 

 

  1. Survei Lingkungan Belajar 

 

Mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

 

 

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)