Eksplorasi ide-ide kegiatan pembelajaran senantiasa diperlukan guna menunjang keterampilan siswa bekerja sama dalam tim.
Beberapa cara meningkatkan keterampilan kerja tim dalam kelas yang dapat kita terapkan, Guru Pintar.
1. Memberikan Projek Kolaboratif
Photo by Van Tay Media on Unsplash
Projek yang tepat dapat meningkatkan kerja sama antar siswa siswi. Misalnya, siswa bekerja dalam kelompok untuk melakukan survei dan observasi di sekolah mengenai isu lingkungan, kesehatan mental, hubungan antar siswa, atau masalah sosial lainnya. Kerjasama siswa dalam kerja kelompok diperlukan agar mereka dapat menggali ide-ide yang kreatif dan realistis, sehingga didapatkan solusi yang inovatif untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya masing-masing.
2. Memainkan Peran atau Role-Playing
Photo by Rene Asmussen on Pexels
Role-play atau permainan peran di kelas dapat membangun teamwork dalam kerja kelompok. Kita dapat menentukan skenario, misalnya, sebuah tim yang menghadapi konflik internal dalam sebuah projek. Tugas siswa dalam role-play tersebut adalah bekerja sama untuk mengatasi konflik yang timbul sebagai leader, anggota yang kurang berkontribusi, dan anggota dengan approach berbeda terhadap konflik. Bimbing siswa untuk mencapai kesepakatan agar seluruh anggota tim dapat kembali bekerja. Contoh kerja tim dan kolaborasi seperti ini dirancang untuk membantu siswa memahami pentingnya komunikasi yang efektif dalam teamwork.
3. Mengadakan Diskusi Kelas/Kelompok
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels
Diskusi, selama kita dapat memastikan bahwa setiap siswa aktif terlibat, dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja sama tim. Dalam strategi four chair fishbowl, misalnya, ada empat siswa yang duduk di tengah, dikelilingi oleh sisa siswa lainnya. Hanya empat siswa di tengah yang boleh berbicara bergantian, sedangkan siswa lainnya mendengarkan. Jika ingin menyampaikan pendapat, siswa lain menepuk pundak salah satu dari empat siswa di tengah. Setelah selesai berbicara, siswa tersebut harus mengosongkan tempat duduknya untuk ditempati oleh siswa lain yang menepuknya tadi. Besar kecilnya kelompok dan topik yang didiskusikan dapat kita sesuaikan sendiri, Guru Pintar. Semakin kontroversial topiknya, biasanya semakin menarik.
4. Memberikan Studi Kasus
Photo by Vanessa Loring on Pexels
Salah satu strategi mengajar guru untuk memupuk kerja tim di kelas adalah melalui studi kasus. Misalnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing memiliki anggota yang pandai menggambar, kerajinan tangan, dan kemampuan seni lain yang berbeda. Tugas kerja sama tim ini adalah menciptakan instalasi seni yang mencerminkan identitas kolektif mereka. Ada yang merancang sketsa, mengumpulkan materi, dan merangkai instalasi, pada setiap kelompok. Sesuaikan tugas dengan kemampuannya masing-masing. Setelah selesai, setiap kelompok mempresentasikan karyanya dengan menjelaskan konsep dan proses kreatif yang telah dilalui.
5. Memberikan Projek yang Lebih Kompleks
Photo by Alena Darmel on Pexels
Bila dirasa sudah waktunya, ada baiknya mengenalkan siswa dengan projek yang lebih menantang, Guru Pintar. Misalnya, kita dapat menentukan projek STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) yang fokus pada desain dan pengembangan produk inovatif untuk membangun kerjasama tim di kelas. Produk yang dihasilkan ditujukan agar dapat memecahkan masalah yang nyata di lingkungan masyarakat sekitar. Setelah identifikasi masalah rampung, langkah berikutnya adalah merancang, mengembangkan, dan menguji prototipe produk tiap kelompok sebelum mempresentasikan solusi tersebut di kelas.
6. Membuat Simulasi Program
Photo by Mufid Majnun on Unsplash
Simulasi merupakan peragaan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya. Keadaan yang dapat disimulasikan di kelas bermacam-macam, Guru Pintar. Misalnya, saat belajar tentang isu-isu sosial dan dampaknya terhadap masyarakat, tugaskan setiap kelompok untuk menyimulasikan program sosial yang bertujuan untuk mengatasi masalah nyata di lingkungannya masing-masing. Di samping membangun kelompok belajar yang baik, simulasi seperti ini dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah sosial dan mendorong kreativitas dalam merancang solusi yang inovatif.
7. Memberikan Tugas Kelompok
Photo by Napat Noppadolpaisal on Unsplash
Untuk menumbuhkan semangat kerjasama di lingkungan sekolah, kita dapat memulainya dari kelompok kecil di kelas yang berisi tiga sampai empat anggota saja. Misalnya, berikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan menyusun laporan penelitian yang komprehensif tentang dampak perubahan iklim. Bimbing setiap kelompok untuk berbagi tugas, siapa yang bertanggung jawab atas analisis data iklim, siapa yang bertanggung jawab atas dampak biologis, dan siapa yang bertanggung jawab atas dampak sosial. Pembagian tugas seperti ini bertujuan untuk membangun teamwork dalam kerja kelompok.